Simak Cara Investasi Properti Gak Perlu Modal Gede

Investasi properti adalah salah satu instrumen investasi yang dapat menghasilkan banyak uang plus dapat menjamin masa depanmu.

Sayangnya, gak sedikit orang yang enggan terjun ke investasi yang satu ini dengan alasan perlu modal yang besar banget.

Wajar aja sih, toh harga properti di kota besar seperti Jakarta aja udah gak bisa dibilang murah, malah bisa disebut gak masuk akal. Gak muluk-muluk investasi properti, ngontrak atau kost di Jakarta aja udah bikin dompet kembang kempis.

Tapi jangan keki dulu. Buat kamu yang pengin terjun ke investasi ini tapi kepentok modal, ada nih cara hematnya.

Gimana tuh? Simak yuk.

1. Property Crowdfunding atau Pembelian Kolektif

investasi-properti
Property Crowdfunding (apartemensingapore)

Property crowdfunding adalah metode investasi properti dengan cara pengumpulan dana kolektif alias patungan. Dengan cara ini, kamu gak perlu membeli properti secara utuh.

Apa maksudnya?

Jadi misalnya harga properti yang dipengin seharga Rp 2 miliar, sedangkan kamu cuma memiliki uang sebesar Rp 20 juta. Nah, kamu bisa ikutan skema pembelian properti dengan memiliki satu persen aja dari nilai properti tadi.

Jadi istilah gampangnya itu, kamu bukan membeli properti, tapi persentase kepemilikannya. Ya sejenis pemegang saham gitu lah. Nilai imbal hasilnya nanti bakal kamu dapatkan dari hasil sewa bulanan properti tersebut.

Lalu gimana cara kerjanya?

Sebenarnya skema investasi properti kolektif itu udah marak banget diaplikasikan di luar negeri dengan memanfaatkan jaringan Internet. Indonesia pun gak pengin ketinggalan, kini udah ada kok yang menawarkan jasa ini di dunia maya.

Caranya juga gampang kok. Tahapannya sebagai berikut:

  • Kunjungi situs resminya
  • Pilih properti yang kamu pengin
  • Masukkan jumlah yang bakal kamu investasikan
  • Tunggu hingga dana pembelian properti kamu terkumpul dari calon investor lain

Nah, kalau udah terkumpul, kamu bakal diundang buat menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS). Saat rapat tersebut, kamu bakal dijelaskan mengenai imbal hasil yang bakal diperoleh setiap tahunnya.

Dari mana duitnya? Ya, dari hasil penyewaan properti kamu itu dong.

Lewat cara ini, kamu gak perlu repot memikirkan perizinan, pencarian tenant dan segala tetek benget lainnya. Semuanya bakal diurus oleh perusahaan yang bertindak sebagai fasilitator.

Jadi, kamu tinggal terima beres dan bersantai menunggu saldo rekening beranak pinak.

Ada minimum investasinya gak?

Ya tentu aja ada dong. Tapi gak gede kok. Kamu cuma perlu mengeluarkan uang minimal satu persen dari harga properti yang kamu pengin.

Jadi kalau harga propertinya Rp 2 miliar, berarti kamu cuma perlu mengeluarkan dana sebesar Rp 20 juta aja. Kalau lebih mahal, ya tinggai dihitung aja sendiri.

2. Saham Properti

Kamu tentu udah gak asing lagi dengan investasi saham. Nah, kalau kamu tertarik buat membeli investasi properti, gak ada salahnya kok buat mencoba investasi di saham propertinya.

Ya, alih-alih dapat satu bangunan, kamu bisa punya kepemilikan langsung di perusahaan yang memiliki propertinya. Apa gak hebat?

Gimana cara kerjanya?

Sama seperti investasi saham lain, investasi properti berarti kamu membeli kepemilikan perusahaan yang bergerak di bidang itu.

Sekarang udah banyak kok pengembang besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai dari Agung Podomoro Land, Summarecon, Alam Sutera, sampai Ciputra.

Caranya juga hampir sama dengan property crowdfunding, seperti memilih perusahaan yang kamu pengin, lalu beli porsi sahamnya lewat broker terpercaya atau langsung ikut trading di Bursa Efek Indonesia.

Apa keuntungannya?

Keuntungan yang bakal dapatkan ya dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan setiap tahun atau dari selisih harga jual-beli saat trading harian.

Berapa minimum investasinya?

Investasi minimal dalam saham adalah satu lot atau setara 100 lembar. Nah, nilainya itu tergantung dari harga saham yang pengin kamu beli.

Misalnya kamu pengin membeli saham Summarecon yang harganya sebesar Rp 1.500 per lembar. Berarti dana yang harus kamu persiapkan itu sebesar:

100 x Rp 1.500 = Rp 150 ribu.

Murah, kan?

Itu dia cara murah buat terjun ke dunia investasi properti yang boleh banget kamu tiru. Kalau udah tahu caranya, udah gak ada alasan lagi dong buat gak memiliki investasi yang satu ini?

Yuk, mulai investasi properti dari sekarang buat menjamin masa depanmu.