Yuk Simak Beda Tabungan Syariah dan Konvensional

Sebagian dari kamu mungkin udah familiar bedanya tabungan syariah dan konvensional. Namun gak sedikit juga yang masih belum paham perbedaan sekaligus keunggulan dari masing-masing produk.

Pertumbuhan tabungan syariah emang masih kalah dengan yang konvensional. Udah gitu, jika kita bicara soal keterjangkauan, kantor cabang bank syariah juga gak tersebar hingga ke pelosok layaknya bank-bank konvensional, apalagi kalau yang kelasnya udah BUMN.

Namun meski gitu, produk perbankan syariah yang berkode iB tetap diminati banyak orang.

Khusus buat yang belum tahu soal bedanya tabungan syariah dan konvensional, gimana kalau kita simak aja dulu ulasan lebih detail mengenai produk tabungan ini? Biar nantinya kamu bisa menentukan produk tabungan mana yang emang pas dipakai.

Akad

tabungan syariah
Syariah punya akad kalau konvensional ya sesuai dengan aturan bank pada umumnya

Salah satu pembeda utama antara tabungan syariah dan konvensional adalah akadnya. Buat tabungan syariah, ada dua akad yang umum digunakan, yaitu mudharabah dan wadi’ah. Dua akad ini intinya sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Mudharabah adalah akad yang digunakan buat menyimpan dana di tabungan biasa. Pada akad ini nasabah bakal menitipkan dana dan bank mengelola dananya. Hasil pengelolaannya juga bakal dibicarakan.

Sementara akad wadi’ah biasanya digunakan buat produk yang sifatnya seperti rekening giro. Jadi, bank bakal dititipkan dana, dan mereka boleh memanfaatkannya.

Akad-akad seperti ini tentu gak bakalan ada di bank konvensional. Bank konvensional ya cuma menggunakan skema umum perbankan pada umumnya aja.

Mereka juga bakal memberikan bunga ke simpanan yang dana yang disetorkan nasabah.

Sebut aja, Bank ABC siap memberikan bunga 0,50 persen buat tabungan di atas Rp 1 juta. Jika dananya di atas Rp 1 miliar, maka bunganya 1,50 persen.

Pembagian keuntungan

tabungan syariah
Di tabungan syariah, bunga itu Riba

Poin kedua inilah yang seringkali dijadikan pembahasan banyak pihak. Tabungan syariah gak pernah menggunakan istilah “bunga,” karena menurut syariat Islam, itu dianggap riba.

Seandainya kamu lagi ngobrol dengan customer service bank syariah dan keceplosan ngomong, “mbak atau mas, bunganya ini berapa ya?” Mereka bakal bilang, “maaf, bagi hasilnya adalah..”

Intinya ya, istilah bunga itu dinamakan bagi hasil. Sementara jika kamu mengajukan pinjaman, istilah bunga bakal mereka sebut sebagai margin keuntungan (yang diterima bank).

Keunggulan produk

tabungan syariah
Masing-masing produk ada keunggulannya ya

Bisa dibilang tabungan syariah punya produk khusus, di antaranya adalah tabungan haji, wakaf, hingga kurban. Jelas banget produk ini gak bisa ditemukan di tabungan konvensional. Kalaupun ada, paling cuma tabungan haji.

Selain itu, beberapa produk tabungan syariah terutama yang menggunakan akad wadi’ah bebas biaya administrasi dan setoran awalnya kecil. Ya produk konvensional juga ada sih sebenarnya, tapi itu merupakan tabungan khusus dan setoran awalnya juga cukup besar.

Buat beberapa produk tabungan konvensional, terkadang produk mereka dilengkapi oleh asuransi jiwa. Kadang, promo yang ditawarkan tabungan konvensional juga cukup beragam. Sebut aja seperti diskon khusus buat transaksi dengan kartu ATM.

Rata-rata bank syariah atau konvensional sama-sama punya produk Tabunganku dan tabungan berencana. Ya paling bedanya seperti yang disebutkan di atas aja.

Balik modal deposito

tabungan syariah
Returns depositonya beda-beda lho

Deposito merupakan investasi yang kerap ditawarkan ke mereka yang punya tabungan. Baik bank syariah dan konvensional, dua-duanya memiliki produk deposito.

Namun ada perbedaan antara deposito di tabungan syariah dan konvensional. Perbedaan itu ada pada balik modal investasinya.

Buat deposito syariah, mereka jelas menganut sistem bagi hasil. Imbal hasil diatur dalam sebuah kontrak yang disepakati di awal dan sesuai dengan tingkat pendapatan bank. Walaupun berfluktuasi, tetap aja kamu tahu perkiraannya.

Sedangkan dalam bank konvensional, tabungan deposito yang mereka miliki disesuaikan dengan suku bunga bank yang berlaku. Jadi, terlepas dari bank tersebut rugi atau untung, ya imbal hasil depositonya mengikuti suku bunga aja.

Itulah empat perbedaan antara tabungan syariah dan konvensional yang mendasar dan wajib kamu ketahui. Kira-kira, mana nih yang jadi pilihanmu ke depan?

Sejatinya pengin tabungan syariah atau konvensional, komitmenmu dalam menabung tetaplah yang utama. Dan pastikan, pilihanmu jatuh ke produk tabungan yang sesuai dengan apa yang kamu butuhkan.