Ini 6 Pekerjaan Pertama Para CEO Indonesia Sebelum Sukses

Bob Sadino adalah salah satu pengusaha sekaligus CEO Indonesia yang namanya tersohor banget, bahkan ketika dia sudah wafat. Perjalanan hidup pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick ini mampu menginspirasi banyak kalangan.

Walau sempat hidup kaya berkat warisan, toh om Bob pernah bangkrut dan memulai segalanya dari nol. Dan ia pun berhasil bangkit. Selain itu, sebelum menjadi pengusaha sukses, Bob Sadino bahkan sempat bekerja sebagai sopir hingga kuli bangunan.

Gimana gak jadi inspirasi banyak orang kalau kisahnya jatuh bangun seperti itu?

Intinya, Bob Sadino, juga sejumlah pengusaha sukses lainnya, melalui perjalanan panjang sebelum berada di posisi saat ini.

Kalau kisah om Bob kurang, di bawah ini ada kisah hidup deretan CEO Indonesia lain yang bisa jadi semakin menginspirasi kamu. Seperti om Bob, mereka-mereka ini juga tipe pekerja keras dan mau melakukan kerja apa aja biar bisa makan.

William Tanuwijaya, penjaga warnet

Nama William Tanuwijaya melejit jadi CEO Indonesia yang sukses berkat situs e-commerce Tokopedia yang ia dirikan. William merintis usahanya dari nol. Ia terjun di dunia e-commerce tanpa pengalaman berbisnis sama sekali.

Sebelumnya, ia bekerja sebagai karyawan di forum jual beli. Dari sanalah ia menyadari banyaknya tindak kriminal pada situs-situs sejenis. Singkat cerita, ia pengin menyediakan platform jual beli yang aman dan mudah. Dan lahirlah Tokopedia.

Gak banyak yang tahu kalau ternyata demi bisa bayar kuliah, William sempat bekerja sebagai penjaga warnet selama beberapa waktu.

Tokopedia sendiri kini berhasil menjadi salah satu mal online terbesar di Indonesia yang membantu UKM mengembangkan usaha mereka.

Eka Tjipta Widjaja, pedagang keliling

CEO Indonesia
(Image: Maxmanroe)

Cuma tamatan SD, Eka Tjipta Widjaja kini menjadi salah satu konglomerat di Indonesia.

CEO Grup Sinarmas ini berhasil mengubah nasibnya melalui kerja keras yang gak putus. Bahkan sejak kecil Eka telah bekerja serabutan. Mulai dari berdagang keliling dari pintu ke pintu sampai menjadi kontraktor pembuat kuburan.

Kini, siapa yang gak tahu sama Sinarmas? Bisnisnya di mana-mana, dari perkebunan sawit sampai properti.

Theodore Permadi Rachmat, salesman

CEO Indonesia
(Image: tribunnews)

Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat adalah mantan bos Astra Group yang kini menjalani bisnis di bawah bendera Triputra Group.

Ia pernah masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia peringkat ke-19 versi majalah ekonomi Forbes. Kekayaannya saat itu mencapai Rp 21,8 triliun.

CEO Indonesia yang akrab disapa Teddy ini mengawali kariernya sebagai seorang salesman. Berkat kinerjanya, pada 1972 ia diangkat menjadi direktur PT Astra Honda Motor (AHM).

Lalu, di awal 1948, ia menjadi presiden direktur PT Astra International, pemilik saham AHM.

Achmad Zaky, tukang mie ayam

Lulusan Institut Teknologi Bandung ini terkenal usai mendirikan situs belanja online Bukalapak. CEO Indonesia yang masih muda ini memulai bisnis dengan bermodal uang ratusan ribu aja.

Ternyata, sebelum mencoba peruntungannya di bisnis e-commerce, suami pendiri Hijup ini pernah menjajal bisnis mie ayam gerobak lho.

Sayangnya, bisnisnya tersebut bangkrut karena sepi pelanggan. Meski gitu, pengalaman tersebut jadi ilmu berharga dalam menjalani bisnisnya kini.

Bukalapak yang dulu cuma memiliki dua orang karyawan kini berkembang pesat hingga mencatatkan ratusan ribu transaksi per hari.

Chairul Tanjung, jual buku kuliah

CEO Indonesia selanjutnya adalah Chairul Tanjung, yang pernah menjadi orang terkaya keenam di Indonesia.

Chairul Tanjung lahir dari keluarga menengah ke bawah. Usaha ayahnya pernah ditutup paksa karena berlawanan dengan ideologi penguasa pada masa itu.

Buat membiayai kebutuhan kuliahnya, CT melakoni sejumlah pekerjaan sampingan, mulai dari jasa pembuatan kaos, jasa fotokopi, hingga berjualan buku-buku kuliah.

Meski sibuk mencari uang, ia berhasil menjadi mahasiswa berprestasi dan mendapatkan penghargaan Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1984-1985.

Djoko Susanto, Dagang barang kelontong

CEO Indonesia
(Image: infobiografi)

Djoko Susanto merupakan CEO Indonesia sekaligus pemilik Alfamart. Dari usahanya tersebut, ia berhasil mensejajarkan diri bersama Aburizal Bakrie dan Ciputra sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Djoko Susanto telah terbiasa bekerja bahkan saat usianya masih belia. Saat remaja, ia bahkan dikenal sebagai pedagang kelontong. Pekerjaan ini dia lakoni ketika berusia 17 tahun di kios milik orangtuanya. Kios ini mulai laku keras ketika Djoko mulai menjajakan rokok.

Kesuksesan penjualan rokok di kiosnya bikin Putera Sampoerna, pemilik perusahaan rokok terbesar di Indonesia pada saat itu, mengajaknya bekerja sama. Dari sanalah tercetus ide membuka toko Alfa Minimart yang kini dikenal sebagai Alfamart.

Demikian cerita orang-orang sukses di Indonesia yang semoga bisa menginspirasi kamu.

Kalau dirangkum, dua hal yang berhasil dilalui para pengusaha sukses di atas adalah memulai segalanya dari nol dan melakoni berbagai pekerjaan demi bertahan hidup.

Kisah para CEO Indonesia di atas jadi bukti bahwa siapa aja bisa jadi orang sukses,