5 Problem Yang Bisa Merusak Pernikahan

Semua pasangan suami istri tentu punya doa yang sama ketika akan memulai bahtera rumah tangga. Berharap agar penikahannya bisa adem ayem, bisa langgeng dan melihat anak cucu tumbuh besar kemudian menua bersama? Termasuk berharap agar tidak perlu banyak menemukan konflik atau masalah suami istri.

Sayangnya, kenyataan sering kali tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Menjalankan kehidupan rumah tangga bisa diibaratkan layaknya naik roller coaster.

Ada kondisi di mana Orang Tua merasakan semua berjalan dengan normal dan sangat datar, tapi ada juga momen di mana Bunda dan pasangan merasa begitu tegang menghadapi masalah suami istri yang muncul.

Seperti yang dikatakan Indra Noveldy, relationship coach ini menandaskan bahwa sebenarnya masalah suami istri memang bisa ditemui kapan saja. Tidak pernah mengenal waktu, termasuk usia pernikahan.

“Mau usia pernikahannya baru, sudah 5 tahun, 10 tahun, ataupun 20 tahun, kalau pasangan suami istri tidak belajar, tidak mendalami pasangannya masing-masing, maka sampai kapan pun juga pernikahan akan penuh turbulensi.”

Terkait pada masalah suami istri, sebenarnya ada beberapa masalah umum yang sulit untuk dihindari. Oleh karena itulah, pasangan suami  istri perlu terus belajar, mencari cara memperbaiki dan menyelesaikan masalah dalam rumah tangga.

Dikutip dari laman marriage.com, setidaknya ada beberapa masalah suami istri yang umum terjadi. Apa saja?

1. Perselingkuhan

Faktor paling kuat yang dapat menyebabkan keretakan rumah tangga adalah ketidaksetiaan dan perselingkuhan. Cukup menyedihkan, faktanya perselingkuhan merupakan salah satu masalah umum dalam hubungan suami istri. Perselingkuhan ini tentu saja mencangkup perselingkuhan secara emosional dan selingkuh fisik.

Contoh lain yang termasuk dalam perselingkuhan misalnya one-night stand, serta perselingkuhan yang terjadi di sosial media. Perselingkuhan ini sebenarnya terjadi karena berbagai alasan; namun memang perselingkuhan menjadi masalah umum yang banyak dihadapi banyak pasangan suami istri.

2. Seks dan keintiman

Banyak yang bilang kalau salah satu kunci rumah tangga harmonis tidak akan lepas dari faktor kehidupan seks sehat.

Keintiman fisik tentu saja diperlukan dalam hubungan jangka panjang suami istri. Sayangnya, kehidupan seks ini tidak hanya menjadi pemersatu pasangan suami istri, bisa juga sebaliknya. Terlebih ketika pasangan suami istri ini sudah memiliki cara pandang berbeda.

Masalah seksual paling umum dalam pernikahan adalah hilangnya libido. Banyak orang berpikir bahwa tidak sedikit perempuan yang mengalami masalah dengan libido, faktanya pihak laki-laki pun mengalami hal sama. Dalam kasus lain, masalah seksual dapat disebabkan preferensi seksual pasangan.

Cepat atau lambat, kondisi seperti ini tentu saja akan menimbulkan rasa ketidakpuasan, bahkan rasa frustrasi. Tidak mengherankan jika hal ini ternyata bisa menjadi salah satu penyebab masalah suami istri.

3. Tahapan hidup yang jadi berbeda

Idealnya, pasangan suami istri bisa tumbuh bersama. Sama-sama berkembang, sehingga memiliki value sama. Banyak pasangan suami istri yang lupa bahwa seiring usia pernikahan, fase kehidupan pun akan bisa berubah.

Dalam beberapa kasus, masalah perkawinan terjadi hanya karena salah satu pihak tidak bisa ikut ‘berkembang’, sehingga value satu sama lain bisa berubah.  Ini adalah masalah umum dan sering terjadi pada pasangan yang sudah memiliki  perbedaan usia yang signifikan.

4. Stres

Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan pernikahan. Sebabnya tentu saja beragam, misalnya kondisi finansial, masalah keluarga, atau masalah lainnya. Jika stres tidak dikelola dan ditangani dengan baik, tentu saja bisa menciptakan lebih banyak konflik dalam rumah tangga.

5. Kebosanan atau rasa monoton

Rasa bosan, merasa kehidupan pernikahan berjalan secara monoton menjadi salah satu masalah umum yang sering dihadapi. Meskipun terkesan sangat sepele, jika tidak segera diatasi dan diabaikan, tentu saja bisa memicu konflik yang semakin berat.

Melakukan aktivitas rutin,  yang itu-itu saja tentu saja bisa menimbulkan rasa bosan. Salah satu pihak kemudian kehilangan gairah dan tidak merasakan ada ‘percikan api’ dalam kehidupan pernikahannya. Oleh karena itulah, penting bagi Orang Tua untuk melakukan aktivitas secara spontan atau malakukan hal baru.

Untuk memecahkan masalah suami istri, Indra Noveldy menyarankan untuk lebih dulu mengidentifikasi masalahnya. Menurutnya, untuk bisa mengidentifikasi masalah pernikahan, tentu diperlukan dasar ilmu yang cukup untuk menganalisa.

“Jika menganalisis masalah yang terjadi dalam pernikahan saja belum mampu, bagaimana bisa memecahkan masalah? Jangan sampai menunggu bom meledak. Sering terjadi, banyak pasangan yang tidak menyelesaikan masalah namun hanya mendiamkan masalah. Masalah di-pending terus menerus.”

Indra Noveldy pun mengatakan bahwa benang merah dari sekian banyaknya masalah yang terjadi dalam rumah tangg, kata kuncinya adalah komunikasi. Oleh karena itulah ia menyarankan agar pasangan suami istri untuk bisa memerhatikan kualitas komunikasi.