Manakah yang Lebih Menguntungkan Tabungan Emas atau Tabungan Saham

Sekarang ini investasi udah banyak macamnya. Ada yang berbentuk tabungan emas, ada juga yang ditawarkan dalam wujud tabungan saham. Terus mana nih yang oke banget buat dijadikan pilihan berinvestasi?

Enaknya sih ambil kedua-duanya biar untungnya dobel. Kalau dapat banyak untung, masa depan nanti bakal jadi lebih terjamin, bukan?

Walau sama-sama investasi, kedua pilihan investasi ini jelas ada bedanya. Paling jelas ya instrumen yang dipakai. Kalau kamu buka tabungan emas, danamu diubah ke dalam bentuk instrumen emas. Sementara kalau buka tabungan saham, danamu diubah ke bentuk saham.

Sebagai informasi, dikutip dari Kontan, jumlah terakhir nasabah tabungan emas Pegadaian udah mencapai 1,2 juta. Sementara jumlah nasabah tabungan saham belum diketahui pasti angkanya.

Cuma yang jelas dari data BEI jumlah investor pasar modal udah mencapai 635 ribu per satu Januari 2018. Ada penambahan dari jumlah sebelumnya yang mencapai 628 ribu investor.

Supaya kamu dapat gambaran yang lebih jelas lagi, gak ada salahnya nih buat menyimak perbandingan antara tabungan emas dan tabungan saham berikut ini.

1. Modal investasi

Menabung emas bukan berarti kamu mesti nyimpan emas mulai dari satu gram ya. Kalau nabungnya 1 gram, lumayan gede juga modalnya. Soalnya harga per gram emas lebih dari Rp 600 ribu sekarang.

Untungnya nih, Pegadaian bikin program tabungan emas dengan modal Rp 50 ribu atau minimal pembelian 0,01 gram. Jadi, kamu udah terhitung nabung emas walau modalnya cuma Rp 50 ribu. Gak gede kan modalnya?

Beda lagi dengan tabungan saham, kamu perlu keluarkan modal investasi dua kali modal tabungan emas, yaitu Rp 100 ribu. Dengan modal segitu, kamu dapat menyimpan dana dalam bentuk saham atau reksadana.

2. Profit

Profit tabungan emas ataupun saham itu gak tentu alias fluktuatif. Namun, jangan diartikan sering banget berubah-ubah ya. Harga emas dan saham gak kayak harga bitcoin, yang sehari bisa naik tinggi banget dan bisa turun banget.

Soal kestabilan harga, emas lebih baik ketimbang saham. Emas jarang sekali mengalami penurunan, bahkan penurunan signifikan sekalipun.

Sebagai gambaran, harga emas per gram tahun 2016 sekitar Rp 588 ribu. Sekarang harganya udah Rp 644 ribu. Ini berarti ada kenaikan selama dua tahun terakhir.

Malahan nih, harga emas dibikin proyeksinya segala lho. Dikutip dari Bisnis, Reuters mengumpulkan pendapat dari analis mengenai harga emas. Hasilnya, harga diproyeksikan naik tahun 2019 menjadi US$ 1.325 per ounce dari sebelumnya US$ 1.301 per ounce.

Itu berarti 1 gram emas tahun depan sekitar Rp 681 ribuan. Emang sih naiknya gak gede-gede amat. Lantas, bagaimana dengan saham?

Saham jelas berani kasih profit tinggi daripada emas. Persentasenya memang gak tentu juga karena tergantung pada kondisi pasar atau IHSG yang dipengaruhi situasi dalam negeri dan luar negeri. Cuma nih rata-rata return saham bisa mencapai 15-25 persen tiap tahun dari dana yang diinvestasikan. Ingat ya, semua tergantung dari kondisi pasar modal.

3. Kekurangan

Meskipun tabungan emas disebut investasi yang terbilang aman, bukan berarti gak ada risiko yang mengiringinya. Terdapat beberapa risiko tabungan emas yang perlu kamu perhatikan.

Pertama, kamu baru peroleh emas dalam wujud fisik kalau mencapai berat minimal 1 gram. Kedua, saat kamu kamu mau jual emas, kamu dikenakan harga beli. Sementara saat kamu beli emas buat ditabung, kamu dikenakan harga jual.

Emang sih harga jual lebih mahal ketimbang harga beli. Tapi kalau ditukar dalam jumlah banyak, kamu bisa-bisa nikmati untungnya sedikit.

Beda lagi dengan tabungan saham. Benar, modal nabung saham dimulai dari Rp 100 ribu dan minimal pembelian saham itu satu lot atau 100 lembar. Jadi, misalnya aja kamu beli saham modal Rp 100 ribu, carilah yang per lembarnya Rp 1.000.

Gak enaknya rata-rata saham yang dijual kurang dari Rp 1.000 adalah saham lapis tiga yang harganya gak menentu. Konsekuensinya, kamu bisa alami kerugian besar dari pembelian saham tersebut.

Ditambah lagi kamu gak bakal bisa beli saham lapis satu yang lebih baik dari lapis tiga dengan modal Rp 100 ribu. Per lembarnya saham lapis satu atau blue chip dijual di atas Rp 10 ribu. Artinya, kamu harus siapkan dana lebih kalau mau beli saham-saham blue chip itu.

4. Biaya-biaya

Menabung emas, nasabah akan dibebani sejumlah biaya. Apa aja biayanya?

  • Biaya administrasi: Rp 10 ribu
  • Biaya fasilitas titipan 12 bulan: Rp 30 ribu
  • Biaya transaksi di Pegadaian digital: Rp 2.500 per transaksi
  • Biaya transfer saldo di outlet: Rp 2.000
  • Biaya cetak: mulai Rp 85 ribu (1 gram) hingga Rp 632 ribu (100 gram)

Sementara biaya-biaya yang dikenakan dalam tabungan saham meliputi:

  • 0,2 persen buat beli saham
  • 0,3 persen buat jual saham
  • Biaya-biaya di atas udah termasuk PPN dan PPh 0,1 persen

Itu tadi empat perbandingan antara tabungan emas dan tabungan saham. Jadi, mana nih yang bakal kamu ambil sebagai pilihan investasi?

Kalau mau untung banyak, jelas tabungan saham menguntungkan. Sementara kalau pengin cari aman, ambil tabungan emas udah pilihan yang tepat. Semua balik lagi ke kamu, mana yang cocok buat kamu. Selamat berinvestasi ya!

Download Aplikasi Portal Bisnis Temukan di Google Play