Pemeran Superman Ini Makin Tajir Karena Main di Mission Impossible

“Mission Impossible: Fallout” baru aja rilis. Nama Henry Cavill makin mencuat karena penampilannya yang beda banget dibanding pas dia jadi pemeran Superman.

Terkenal lewat Superman dan kemudian makin dikenal lewat film terbaru Mission Impossible, ternyata aktor tampan kelahiran 1983 ini dulunya sering ditolak produser lho. Malah dia pernah dapat julukan “aktor paling gak beruntung” di Hollywood. Kok bisa?

Karier Awal Henry Cavill

 

 

Sebenarnya Henry Cavill udah mulai berakting sejak umur sepuluh tahun. Dia mulai mencoba buat terjun ke dunia akting saat bersekolah di St Michael’s Prep School, Jersey, Inggris. Saat itu dia diminta oleh gurunya buat berakting dan banyak yang kagum sama aktingnya.

Barulah kemudian di usia 17 tahun dia benar-benar mencoba akting secara cukup profesional. Dia mengikuti beberapa casting film, termasuk salah satunya “The Count of Monte Cristo” yang dirilis di tahun 2002.

Hampir berbarengan sama debutnya di film tersebut, Henry pun tampil di film berjudul “Laguna”. Lalu, dia juga berakting di film “I Capture The Castle”.

Kalah Sama Aktor Lain Berkali-kali

Sayangnya setelah nongol di film-film tersebut, karier akting Henry malah melempem. Dia justru kebagian bermain sebagai peran-peran kecil di serial televisi ataupun film-film gak terkenal.

Henry menuturkan kalau dia hampir aja mau keluar dari dunia hiburan. Soalnya, bahkan ada film dia yang gak jadi dirilis waktu itu. Ditambah lagi, dia pun merasa gak dapat pengakuan dan gak pernah berhasil dapat peran-peran besar setelah casting karena digantikan aktor lain.

Bisa dibilang Henry selalu jadi kayak “cadangan” atau “orang kedua”. Contoh, saat dia hampir dapat peran Cedric Diggory di film “Harry Potter and The Goblet Fire”. Peran tersebut malah jatuh kepada Robert Pattinson.

Malah dia dua kali mengalami kejadian tersebut. Satu lagi saat dia hampir berperan di film “Twilight”, dan lagi-lagi digantikan oleh Pattinson. Sebab saat itu dia dianggap terlalu tua.

Gak cuma sampai situ aja, Henry juga pernah dianggap cocok berperan sebagai James Bond, lho. Akan tetapi, dia dianggap masih terlalu muda, dan akhirnya digantiin sama Daniel Craig.

Atas deretan kesialannya itu, pada Desember 2005, Henry Cavill dapat julukan sebagai “pria paling sial di Hollywood” dari majalah Empire.

Hampir Keluar dari Akting tapi Mulai Dapat Pengakuan

 

 

Saking putus asa, Henry malah sempat berpikir kembali menyelesaikan sekolahnya dan ikut jadi tentara Inggris. Namun, saat itu ternyata ada yang mengenali dia. Itulah yang jadi motivasinya buat terima tawaran akting lagi.

Dia bermain di serial televisi berjudul “The Tudors”. Kemudian, berlanjut ke film-film lain dimana dia bersanding dengan aktor-aktor kawakan seperti Michael Fassbender dan bahkan Bruce Willis.

Tahun 2011 jadi salah satu tahun kesuksesannya karena dia berhasil dapat peran Superman yang rilis di tahun 2013. Dari situlah, kejayaan Henry semakin memuncak. Kini, total kekayaan aktor asal Inggris tersebut mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 287 miliar!

Malah pas dia sedang syuting “Mission Impossible: Fall Out”, dia diminta cukur jenggotnya buat re-shooting film “Superman” selanjutnya. Namun, pihak Mission Impossible menolak karena gak mungkin harus menunggu jenggotnya tumbuh apalagi harus keluarkan dana teknologi CGI sebesar Rp 42 miliar buat bikin kumis dan jenggotnya aja.

Akhirnya, pihak kru Superman yang mengalah dan menggunakan teknologi CGI untuk menghilangkan kumis dan jenggotnya.

Keren banget si Henry Cavill ya. Sekarang dia nilai tawarnya benar-benar tinggi di Hollywood. Pemeran Superman tersebut patut diacungkan jempol!

Malah majalah Empire yang sempat menyebut dia sebagai aktor gak beruntung, akhirnya memasukkan namanya dalam daftar “The 100 Sexiest Movie Stars 2013”.