Dulu Pengamen, Kini 4 Orang Ini Pengusaha Sukses

Menguak kisah sukses seseorang tentu gak ada habisnya. Misalnya aja pengusaha sukses yang dulunya adalah pengamen.

Boleh aja kamu meragukan, tapi mereka yang pernah ngamen berikut ini nyatanya berhasil mengubah nasib. Hebatnya lagi, usaha yang mereka rintis kini hasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Penasaran siapa aja mereka? Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Danu Sofwan

pengusaha sukses
Danu Sofwan (wikipedia)

Dulunya pernah ngamen, kini Danu Sofwan menikmati hidup sebagai pengusaha sukses. Usaha kuliner Radja Cendol yang didirikannya cetak omzet hingga Rp 50 juta per hari. Ditotal-total, sebulannya Danu Sofwan meraup untung hingga miliaran Rupiah.

Pria kelahiran 20 Agustus 1987 ini memulai usahanya pada 23 Juni 2014. Tempat jualannya pertama kali ada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Kamu harus tahu, selain mengamen, dia juga pernah jadi kuli pasir hingga sopir. Semua ini dia lakukan cuma buat mengumpulkan modal usaha.

Sekalipun pernah gagal menjalankan usaha pakaian, sepatu, dan aksesori tahun 2007, hal tersebut bukan jadi soal bagi dirinya buat maju. Dengan modal Rp 7 juta, ia memberanikan diri kembali buat membangun usaha.

Kali ini ia melirik usaha cendol yang menurutnya potensial. Beragam cara dipakainya, mulai dari penyediaan menu nyeleneh hingga promosi di medsos.

Kini Danu memiliki 700 outlet di seluruh Indonesia.

2. Gally Rangga

pengusaha sukses
Gally Rangga (bacadulu)

Gak cuma sepatu Brodo asal Bandung aja yang harus kamu tahu. Ada juga sepatu kulit yang gak kalah kece berlabel Wayout dan Exodos57. Omzet dari usaha sepatu berlabel Wayout dan Exodos57 ini bukan main, tembus hingga Rp 200 juta per bulan.

Adalah Gally Rangga, mantan pengamen dari Kota Bandung, yang ada di balik usaha ini. Dia sengaja bikin sepatu kulit karena suka musik rock. Kamu tahu kan, musik rock dengan sepatu kulit ya dua hal yang gak bisa dipisahkan.

Sama seperti Dan, Gally mengamen buat mengumpulkan modal. Ketika udah ada uang Rp 5 juta tahun 2011, dia langsung buka usaha.

Walau dijual dengan harga cukup mahal, sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per pasang, Gally nyatanya sukses menjualnya secara online atau lewat relasi. Dari situ kemudian usaha sepatunya merambah dengan membuka Exodos tahun 2016.

Bahkan nih, sepatunya sempat dibeli Presiden Joko Widodo lho. Kece badai deh!

3. Charly Van Houten

pengusaha sukses
Charly Van Houten (tribunnews)

Kalau tahu grup musik ST12 atau Setia Band, kamu pasti kenal sama yang namanya Charly Van Houten. Pria kelahiran 5 November 1982 ini sebelum sukses bernyanyi pernah bekerja sebagai pengamen.

Charlie merasakan masa-masa sulit menjadi pengamen. Dia sering banget kelaparan karena uang hasil ngamen terlalu kecil.

Perubahan hidup mulai terjadi saat ia bertemu Pepep, Pepeng, dan Iman. Empat orang ini sepakat membentuk ST12, diambil dari nama Stasiun Timur 12 Bandung tempat mereka biasa berkumpul.

Grup musik ini pun sukses dari penjualan album pertama, walau bertahun-tahun kemudian grup ini bubar dan Charly mendirikan Setia Band.

Di luar kariernya sebagai penyanyi, Charly juga menjalankan usaha karaoke yang diberi nama Charly VHT Family Karaoke.

Dari bisnisnya ini, Charly bisa kita masukkan sebagai golongan pengusaha sukses.

Charly memberikan tawaran kemitraan buat yang pengin kelola Charly VHT Family Karaoke sebagai franchise. Harga paket kemitraannya mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 6,8 miliar.

4. Siswadi

pengusaha sukses
Siswandi (bintangsolusimandiri)

Tahu bimbel Solusi Bintang Mandiri? Ternyata orang di balik berdirinya bimbel ini dulunya adalah pengamen.

Adalah Siswandi, seorang mantan pengamen jalanan di Terminal Pulo Gadung yang mengajak temannya mendirikan bimbel ini tahun 2008 dengan modal Rp 120 ribu.

Usaha bimbelnya itu sendiri dibuka di rumah salah satu temannya di Kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur. Lama kelamaan usaha bimbelnya ini berkembang. Gitu juga dengan para pesertanya yang makin bertambah.

Siswandi juga menawarkan sistem kemitraan bagi yang berminat menjalankan usaha bimbel Solusi Bintang Mandiri. Tiap cabangnya diklaim bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta.

Itu tadi empat pengusaha sukses yang punya masa lalu sebagai pengamen. Berkat niat dan usaha tiada henti, mereka membuktikan diri mampu mengangkat harkat dan martabat diri.