Cara Menyusui Bayi Prematur Menurut Dokter

Melahirkan bayi prematur memang memiliki tantangan tersendiri. Salah satu hal yang banyak menjadi kekhawatiran Bunda adalah cara menyusui bayi prematur.

Tentang cara menyusui bayi prematur yang perlu Orang Tua ketahui

Setelah lahir, biasanya bayi prematur Anda akan dirawat di ruangan NICU untuk membantu memaksimalkan sistem pernapasannya, mengatasi kekurangan cairan, pengaturan suhu, dan yang paling penting memastikan nutrisinya tetap terpenuhi.

Beberapa refleks alami bayi prematur dalam menyusu, seperti pelekatan, menelan, dan pernapasannya mungkin belum berkembang sempurna. Hal inilah yang membuat cara menyusui bayi prematur jadi lebih menantang.

Karena sesungguhnya, menyusui memang sangat penting bayi, terutama bagi bayi yang lahir prematur.

Mengapa ASI penting bagi bayi prematur?

Dalam persalinan prematur, ASI sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi yang belum sempurna. ASI mengandung banyak nutrisi penting bagi bayi, termasuk vitamin, mineral, dan protein yang menyehatkan.

Bahkan, ASI juga mengandung gizi yang dibutuhkan bayi prematur Anda, seperti natrium, fosfor, klorida, protein, zat besi, kalori lemak, serta magnesium. Semua itu penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur yang optimal, serta membantu pergerakan ususnya.

Selain itu, ada lebih banyak keuntungan lain dari menyusui bayi prematur, di antaranya:

  • ASI memiliki antibodi, faktor anti-inflamasi, dan sel hidup lainnya yang membantu bayi prematur meningkatkan kekebalan tubuhnya jadi lebih kuat, karena bayi prematur umumnya memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah dan lebih berisiko mengalami infeksi dibandingkan dengan bayi yang cukup bulan.
  • ASI sangat mudah dicerna dibandingkan dengan susu formula, kandungannya dapat melindungi usus si kecil.
  • ASI mendukung pertumbuhan otak dan kepadatan tulang bayi. ASI Anda dapat membantu faktor pertumbuhan otak dan tubuh bayi prematur, serta kepadatan tulang yang lebih baik

Mungkin Anda bisa mengandalkan pemberian susu formula untuk bayi prematur, tetapi itu mungkin bukan pilihan terbaik. Susu formula disebut meningkatkan risiko asma, Necrotising Enterocolitis (gangguan pencernaan yang fatal yang menyerang usus bayi), alergi, SIDS (sindrom kematian mendadak pada bayi), penyakit jantung, hingga meningitis.

Namun, hal terpenting yang menentukan adalah seberapa cepat Anda bisa mulai menyusui bayi prematur Anda. Karena itu, penting bagi Anda untuk memelajari cara menyusui bayi prematur yang tepat.

Kapan harus mulai menyusui bayi prematur?

Waktu yang tepat untuk  menyusui bayi prematur dapat dibagi berdasarkan usia dari bayi Anda.

  1. Pada bayi prematur yang lahir di usia kehamilan 28 minggu, menyusui akan terasa lebih sulit, terutama dalam proses pelekatan. Hal ini terjadi karena rooting reflex (refleks mencari puting) bayi berlum berkembang sempurna.
  2. Pada bayi prematur antara usia 30 dan 32 minggu, bayi prematur sudah dapat menelan ASI dari payudara Anda. Ketika ia mendekati usia 32 minggu, ia akan bisa mengisap, menelan, bernapas, serta semua gerakan penting lainnya yang diperlukan untuk menyusu.
  3. Bayi prematur yang lahir pada minggu ke-34, sudah dapat menyusui seperti bayi baru lahir lainnya. Koordinasinya akan jauh lebih baik dan dia dapat mendukung napasnya sambil menghisap dan menelan ASI.

Tetapi, jika Anda mengikuti metode kanguru dan beberapa metode lain untuk membantu bayi prematur tumbuh dan berkembang, ia bisa diberi ASI lebih awal.

Cara menyusui bayi prematur yang bisa Orang Tua lakukan

Ada metode atau cara menyusui bayi prematur yang direkomendasikan, antara lain:

  • Kangaroo care atau metode kanguru: Metode ini diakui sebagai perawatan terbaik untuk kehamilan yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan membantu menstabilkan denyut jantung serta kadar oksigen di dalam tubuh bayi prematur. Metode ini juga akan mempersiapkan bayi untuk menyusui dan berperan dalam perkembangan otaknya. Untuk yang tidak tahu, perawatan kanguru adalah metode di mana bayi prematur dibaringkan di atas dada ibu atau ayah secara skin-to-skin dengan hanya memakai popok dan penutup kepala. Idealnya, pada momen ini bayi sambil coba diberi ASI oleh ibu.
  • Skin-to-skin berkelanjutan: Kontak kulit dari bayi dan orangtua sebanyak mungkin sangat baik diberikan untuk bayi prematur. Kontak kulit sangat dibutuhkan bayi prematur, meski ia dalam pengobatan untuk penyakit kuning atau kondisi medis lainnya. Dekap ia dengan dada telanjang akan membantu bayi prematur Anda stabil lebih cepat. Dokter akan membantu Anda mengatur posisi yang benar sehingga pernapasannya tidak terganggu.
  • Perah ASI: Jika Anda tidak bisa segera memberi AS untuk bayi prematur Anda, maka langkah terbaik adalah perahlah ASI dalam waktu satu jam setelah melahirkan. Lanjutkan dengan memompa atau memerah dengan manual setiap dua jam. Target Anda adalah memompa ASI sebanyak 750-1000 ml dalam minggu pertama sehingga cukup untuk bayi prematur Anda. Jika bayi prematur Anda kembar, volumenya akan berlipat ganda. Ingat, ASI Anda adalah zat bergizi terpenting dan harus diberikan kepada bayi prematur Anda segera setelah lahir.
  • Gunakan metode alternatif: Jika menyusui bayi prematur terasa sulit, ada cara lain untuk Anda, yaitu dengan memberi nutrisi yang dibutuhkan bayi melalui tabung makan yang dimasukkan melalui hidung atau mulut-naso atau oro- kemudian lambung (NGT, OGT). Namun sebelum melakukan metode ini, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah bayi Anda mampu menghisap dan menelan ASI.
Artikel terkait: 10 Panduan terbaru sukses menyusui dari WHO, Bunda perlu update!

Setelah menggunakan beberapa cara menyusui bayi prematur di atas yang membantu bayi prematur Anda menyusui, kondisinya juga akan lebih baik dan berat badannya juga akan meningkat. Berikut catatan berat badan ideal bayi prematur sesuai usia, menurut WHO:

  • 20 gram/hari hingga usia 32 minggu dari usia post-menstruasi, sekitar kurang lebih 150-200 gram/minggu;
  • 25 gram/hari dari usia 33 hingga 36 minggu dari usia post-menstruasi, kira-kira sekitar 200-250 gram/minggu;
  • 30 gram/hari dari usia 37 hingga 40 minggu dari usia post-menstruasi, kira-kira sekitar 250-300 gram/minggu.

Jika pertumbuhan bayi Anda tidak tidak pada tingkat yang disarankan WHO (meskipun bayi memiliki berat badan yang bervariasi), Anda mungkin perlu memeriksa kadar lemak dalam ASI Anda.

Bagaimana cara meningkatkan berat badan bayi prematur?

Meskipun Anda sudah menghasilkan ASI yang cukup bagi si kecil, Anda mungkin merasa bahwa berat badannya tidak juga mencapai yang seharusnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kadar lemak yang rendah di dalam ASI Anda.

Namun, tidak perlu khawatir. Anda bisa menaikkan tingkat lemak dalam ASI Anda, dengan demikian nilai kalorinya akan meningkatkan secara alami.

  • Kompresi payudara: Idealnya, kandungan lemak dalam ASI Anda meningkat pada akhir menyusui. Cobalah gunakan kompresi payudara (peras payudara untuk merangsang kelenjar susu dan meningkatkan suplai ASI). Ini dapat membantu melepaskan lemak dalam ASI.
  • Keluarkan ASI pada sore hari: Beberapa penelitian membuktikan bahwa ASI yang keluar pada sore hari memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi atau kandungan kalori yang lebih tinggi. Jadi, Anda dapat memompa ASI tambahan di waktu ini dan menyimpannya untuk sesi menyusui berikutnya, jika memungkinkan.
  • Sentrifugasi ASI: Ini adalah proses medis yang hanya dapat dilakukan di bank susu, namun Anda juga harus tahu tentang hal ini. Susu disentrifugasi dengan kecepatan rendah untuk mendapatkan lapisan krim lemak yang tinggi. Lapisan ini kemudian diresuspensi sehingga diperoleh nilai kalori yang diinginkan dalam ASI.
  • Fortifikasi susu manusia: Selain ASI, bayi prematur juga dapat diberikan fortifikasi susu manusia (HMF). Itu adalah fortifikasi multi-nutrien komersial yang berbahan dasar susu sapi, sebagai suplemen untuk ASI dan sering diberikan kepada bayi prematur. Namun, tidak semua bayi prematur membutuhkan HMF dan jika Anda mampu menghasilkan ASI maka tidak ada nutrisi tambahan yang diperlukan untuk bayi Anda.
  • Donor ASI: Metode lain untuk memberi nutrisi pada bayi jika ASI Anda tidak cukup adalah memilih donor ASI pasteurisasi yang tersedia di bank ASI. Hal ini jauh lebih baik daripada susu formula. Hal ini bisa membantu sampai pasokan ASI Anda normal kembali.

Hal penting lainnya ketika menyusui bayi prematur

Selain mengawasi berat badan bayi dan kualitas makanan yang Anda konsumsi, Anda juga harus memperhatikan hal-hal berikut.

  • Frekuensi menyusui: frekuensi menyusui juga sangat penting dalam membantu pertumbuhan bayi prematur Anda. Idealnya, Anda menyusui setiap 60-90 menit. Tetapi, hal ini tergantung pada kondisi kesehatan bayi prematur Anda.
  • Bayi prematur tertidur di antara waktu makan: Mungkin melelahkan untuk membangunkan dan menyusui si kecil setiap jam sepanjang waktu . Tetapi, kondisi ini memang wajar bagi bayi Anda. Jadi, tidak perlu khawatir. Lanjutkan untuk menyusui bayi Anda dan beri ia kontak kulit ke kulit sebanyak mungkin.
  • Hindari penggunaan dot: Sebaiknya, hindari penggunaan dot karena kontak kulit adalah cara terbaik untuk menenangkan bayi prematur dan membantunya terbiasa dengan pyudara. Dot dapat digunakan jika memang dianjurkan dokter.

Ingatlah, bahwa bayi prematur yang menyusui berpeluang lebih tinggi untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dibanding bayi yang diberi susu formula atau sumber nutrisi lain selain ASI. Jadi, jangan menyerah bahkan jika Anda kekurangan pasokan ASI.

Cobalah berbagai metode untuk meningkatkan pasokan ASI Anda, seperti kompresi tangan, asupan gizi seimbang, hingga konsumsi makanan peningkat ASI. Yang terpenting, bersabarlah dan lakukan kontak kulit pada bayi prematur Anda sesering mungkin.