5 Usaha Kuliner Dengan Manfaatkan Selera Orang Indonesia

Bicara soal usaha kuliner, selera pasar jadi salah satu syarat mutlak yang perlu kamu pikirkan. Seunik apapun makanan yang ingin kamu hadirkan, kamu tetap harus sesuaikan dengan lidah kebanyakan orang. Terkecuali kalau kamu emang mengejar pasar tertentu.

Nah, salah satu selera sebagian besar masyarakat Indonesia adalah masakan yang pedas-pedas. Bahkan, cukup banyak orang mencari kuliner yang menawarkan pedas berlevel-level.

Buat kamu yang pengin buka bisnis baru, ide usaha yang bagus berupa makanan yang pedas bisa banget nih kamu coba. Biar makin termotivasi dan tahu gimana strateginya, kamu bisa intip dulu kisah pebisnis yang sukses di kuliner pedas berikut.

Yap! Tempat-tempat makan berikut lebih ngandelin rasa pedas lho! Ada yang tempatnya biasa aja tetapi malah ramai dibahas oleh Youtuber.

1.  Mie Abang Adek

 

 

Kamu penyuka pedas pasti udah gak asing sama Mie Abang Adek. Warung yang menyajikan sajian utama berupa mie instan rebus ini menggunakan ratusan cabai sebagai daya tariknya. Terbukti, meskipun ada yang sampai masuk rumah sakit karena kepedasan namun Mie Abang Adek ini tetap ramai.

Kok bisa sih Mie Abang Adek sefenomenal itu? Sang pendiri bernama Sartono bercerita kalau dulu dia gak sengaja bikin trade-mark demikian.

Dulu usaha Mie Abang Adek ini berawal dari gerobakan mie instan. Saat itu, pelanggannya meminta menambahkan cabai namun dengan pilihan level. Level paling tinggi disebut “pedas mampus” yaitu gunakan seratus cabai.

Duh, apa gak rugi tuh? Pasalnya, harga cabai pernah melonjak sampai Rp 125 ribu per kilogram. Per kilogram ada sekitar 600 cabai. Jadi, bisa dibilang per biji cabainya dihargai Rp 200.  

Sartono menjelaskan bila harga cabai sedang naik maka pelanggan bakal dikenakan charge sesuai dengan level yang mereka minta. Tapi kalau harga cabai sedang normal maka gak ada tambahan harga.

Oh ya, dalam sehari warung tersebut bisa menjual 20 sampai 35 karton mie instan. Harga per porsi mie instan di warung itu dibanderol mulai dari Rp 15 ribu.

2. Geprek Pak Gembus

 

 

Geprek Pak Gembus pun sempat viral karena sambalnya yang sangat pedas. Namun, gak cuma mereka yang suka pedas aja yang mencoba makan di warung tenda tersebut. Mereka yang gak terlalu gila pedas juga tetap ingin mencoba sajian Pak Gembus.

Didirikan oleh Ridho Nurul Adityawan yang kini disapa Pak Gembus, warung tenda yang sekarang diwaralabakan tersebut sukses besar. Malah omzetnya tembus sampai Rp 14 miliar sebulan.

Padahal di masa awal berdirinya, Ayam Gepuk Pak Gembus sampai kesulitan untuk sekedar menjual tiga ekor ayam aja. Namun, keberuntungan pun datang karena ada orang yang menawarkan sistem franchise buat brand baru tersebut.

Sekarang, kamu bisa dengan mudah menemukan Pak Gembus di berbagai tempat, termasuk pula di mal. Gak cuma karena ciri khas ayam yang digepuk aja, tetapi juga karena sambalnya yang khas dan pedas banget.

3. Sambel Setan Bu Mut

Sambel Setan Bu Mut yang berada di daerah Pejompongan malah sadis banget. Warung tersebut sukses menghabiskan sekitar 70 kilogram cabai per harinya. Wah, pemilik Sambel Setan Bu Mut harus keluarkan Rp 4,2 juta dong dengan harga cabai rata-rata Rp 60 ribu per kilogram.

Meski modal buat beli cabai per harinya sampai jutaan, Haji Mut sang pemilik tak ambil pusing. Soalnya, omzet per hari bisa mencapai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.

Apa yang jadi daya tarik usaha yang bagus ini? Tentu aja cabai yang digunakan. Sajiannya dipadukan dengan sambel yang menggunakan cabai rawit aja. Sekali ulek, rawit yang digunakan sampai 1,5 kilogram. Penggilingannya juga gak kalah besar.

Soal rasa gak perlu ragu lagi karena warung ini sangat ramai.

4. Gudeg Mercon

 

Gudeg Mercon merupakan salah satu kuliner wajib buat pelancong Yogyakarta. Biasanya sajian gudeg memiliki rasa manis. Namun pemilik warung yang bernama Ngatinah tersebut malah menyajikan gudeg pedas.

Dia jadi salah satu pelopor sajian gudeg pedas di daerah Yogyakarta, meski sebenarnya dia sendiri berasal dari Boyolali.

Usaha Gudeg Mercon ini bisa memberikan keuntungan sampai Rp 2 juta per hari buat Ngatinah. Tempat makan pinggir jalan tersebut udah berdiri sejak tahun 1992, lho!

5. Waroeng SS

 

 

Nah ini dia salah satu restoran yang udah terkenal banget buat sebagian besar orang Indonesia. Sebab restoran ini udah berdiri di beberapa kota besar di tanah air.

Dikenal dengan nama Waroeng SS, warung yang didirikan Yoyok Hery Wahyono ini menawarkan sajian sambal hingga 32 varian. Unik kan? Jadi, kamu bisa menikmati berbagai macam sambal di sini.

Keunggulan menu, bahan baku, dan harga jadi kunci kesuksesan Waroeng SS yang berawal dari warung kaki lima tersebut. Pun, penamaan menu-menu di restoran tersebut cukup menggelitik sehingga bikin pelanggan penasaran.

Sekarang, Waroeng SS udah punya 83 outlet dengan jumlah karyawan sekitar 3.600 orang. Per hari, omzet dari seluruh outlet tersebut bisa mencapai Rp 3,6 miliar per bulan.

Dari contoh-contoh usaha yang bagus di atas, kamu bisa lihat bahwa kesuksesan usaha, khususnya kuliner, bertumpu pada keunikan tertentu. Kemudian, selera orang Indonesia yang emang gak jauh-jauh dari rasa pedas bisa jadi pangsa pasar besar buat kamu.

Kalau berminat buat terjun di bisnis kuliner pedas, coba deh pikirkan racikan cabai seperti apa yang bakal disukai oleh calon pelanggan kamu. Tertarik buat buka usaha di bidang kuliner pedas seperti di atas?