Contoh Produk Ramah Lingkungan Yang Dapat di Jadikan Duit

Heboh sedotan Raisa alias sedotan dengan bahan metal yang dia promosikan ternyata mengundang ide bisnis bagi pengusaha. Termasuk kamu yang sekarang mungkin masih bingung mau bikin bisnis. Apa itu? Yap, produk ramah lingkungan.

Bisa banget lho kamu memanfaatkan popularitas produk ramah lingkungan ini. Kenapa?

Yang pertama, orang-orang mulai care sama keselamatan lingkungan. Kedua, gaya hidup ramah lingkungan emang lagi tren banget termasuk di Indonesia.

Alasan yang gak kalah penting adalah dari diri kamu sendiri. Kamu bisa menghasilkan keuntungan sekaligus menyelamatkan bumi. Kenapa gak?

Nah, buat kamu yang pengin coba berbisnis, coba deh ide produk ramah lingkungan berikut.

1. Sedotan dari bahan ramah lingkungan

 

 

Lewat kampanye #NoStrawMovement, Raisa sempat memamerkan sedotan berbahan metal miliknya.

Berbagai online shop pun ramai menjual produk sedotan berbahan metal maupun bahan lainnya. Beberapa bahan yang bisa digunakan buat sedotan, antara lain kaca, bambu, dan akrilik.

Sedotan dengan bahan tersebut bisa digunakan berkali-kali. Beda dengan sedotan plastik yang sekali pakai dibuang. Malah warna dan motif sedotan dengan bahan-bahan ramah lingkungan tersebut cakep-cakep, lho!

Di marketplace Tokopedia, sedotan berbahan metal tersebut dibanderol sekitar belasan ribu. Kemudian, terdapat pula aksesori pembersih. Kalau bisa temukan supliernya dan jual kembali, lumayan tuh untungnya.

2. Permak furnitur lama

Siapa bilang furnitur atau perabotan yang udah usang cuma bisa jadi sampah gitu aja? Daripada menambah sampah di bumi, kenapa gak buat dipermak aja? Meski kayu emang lebih cepat terurai sih daripada plastik, namun kalau masih bisa dipakai lagi, kenapa gak?

Dengan gitu, kamu gak perlu menebang kayu yang baru dari hutan kan. Jadi, jauh lebih ramah lingkungan lagi deh.

Nah, kamu yang punya keahlian jadi tukang kayu, kenapa gak coba bisnis ini? Atau, kamu bisa gaji mereka yang ahli di bidang tersebut.

Buat jasa cat mebel aja bisa mengantongi sekitar Rp 500 ribuan sampai sejuta per perabot. Contoh, yang dilakukan oleh Okky Nanda Imawan asal Jakarta Selatan. Dilansir dari Kompas, dia memiliki usaha perbaikan mebel bernama Sumber Jaya Furniture.

3. Jualan pupuk kompos

 

 

Itulah kegunaan membedakan sampah organik dan non-organik. Sampah organik nantinya gampang “dihancurkan” yang kemudian diolah jadi pupuk kompos. Dulu pasti pas sekolah pernah belajar tentang pupuk kompos dong?

Nah, kenapa gak manfaatkan pengetahuan tersebut buat dijadikan bisnis aja? Selain dapat uang, kamu pun bisa selamatkan bumi lewat produk ramah lingkungan ini.

Target pasar kamu bukan cuma perorangan yang sedang gemar menanam, tetapi malah lebih ke petani. Dengan gitu, pemesanannya pun bukan lagi dalam partai kecil, melainkan besar.

Malah, salah satu pengalaman petani yang mengembangkan usaha pupuk kompos organik yang dilansir dari laman Detik ini, dia punya omzet sampai ratusan juta rupiah.

4. Kosmetik organik

Yuk sisihin waktu buat belajar pembuatan kosmetik organik, misalnya sabun, sampo, dan produk perawatan wajah. Dari situ, kamu bisa mulai bisnis jual-beli produk kosmetik organik.

Cukup banyak orang, khususnya wanita yang kini beralih ke produk-produk organik tersebut. Sebab produk-produk tersebut biasanya dianggap lebih sehat karena alami. Selain itu, pembuatan kosmetik organik ini pun gak menghasilkan banyak limbah yang merusak lingkungan.

5. Kerajinan tangan dari sampah

Meski udah coba cegah buat gak nyampah, namun mungkin ini masih sulit buat sebagian orang. Terutama untuk barang-barang yang udah jadi bagian dari gaya hidup, kayak plastik.

Nah, kamu bisa nih bikin usaha yang memanfaatkan sampah yang sulit terurai tersebut. Contoh, kamu bisa bikin beragam kerajinan tangan dari sedotan plastik, botol plastik, kemasan plastik, dan sebagainya. Dari sampah-sampah tersebut, kamu bisa bikin hiasan dinding sampai tas.

6. Tas belanja dan kantong plastik ramah lingkungan

Supaya mengurangi penggunaan kantong plastik yang gak ramah lingkungan, kamu bisa coba nih buat jualin tas belanja berbahan kain. Malah tote-bag seperti itu terlihat lebih kece dan bikin pembelinya lebih semangat buat belanja.

Selain jualan tas belanja kain, ada lho yang udah punya ide bikin kantong plastik dari bahan baku singkong. Sugianto Tandio, pria lulusan University of North Dakota Amerika Serikat, pada tahun 2010 lalu berhasil membuat kantong plastik dari bahan baku ini. Dengan demikian, produk tersebut lebih cepat terurai bila dibuang.

7. Sewa sepeda

 

 

Kalau ide bisnis satu ini, kamu gak perlu jualan sepeda, cukup menyewakannya aja. Namun, kamu bisa turut menjaga lingkungan jadi lebih bebas polusi.

Emang sih jasa sewa sepeda ini belum populer di Indonesia. Namun, bisa jadi di masa mendatang kamu adopsi ide ini. Terlebih di beberapa daerah seperti Bali dan Bandung, layanan sewa sepeda ini udah hadir.

Layanan sewa sepeda sendiri udah populer di Singapura. Layanan bike-sharing tersebut menggunakan aplikasi yang dipindai ke QR code yang ada pada sepeda. Setelah dipindai, gembok sepeda bakal terbuka. Dengan gitu, kamu bisa gunakan sepeda tersebut. Layanan ini menggunakan perhitungan per jam.

Karena belum gitu populer dan jadi hal lumrah seperti di negeri tetangga, layanan sewa sepeda ini bisa kamu terapkan di daerah-daerah wisata.

Nah, bukan gak mungkin kan kita bisa dapat uang dari sesuatu yang menyelamatkan lingkungan? Produk-produk ramah lingkungan ini sekarang udah mulai dilirik kebanyakan orang, lho. Jadi, segera deh jadi orang paling pertama buat kembangin bisnis tersebut.