Mengenal Darbotz, Seniman Mural Indonesia yang Mendunia

Beberapa hari lalu, kabar PPSU jadi seniman mural dadakan santer dibicarakan. Pasalnya, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye terlihat sedang membuat mural Asian Games di kolong Jembatan Joglo, Jakarta Barat. Dilansir dari Detik, tindakan ini merupakan perintah Pak Wali Kota dan Pak Camat setempat.

Gak sedikit netizen yang menyayangkan kabar tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa tugas membuat mural bukanlah kapasitas pasukan oranye.

Di sisi lain, untuk perhelatan akbar sekelas Asian Games, semestinya pembuatan mural bisa diserahkan pada seniman mural atau pihak profesional.

Kalau menurut kamu gimana?

Silakan bebas beropini. Tapi, udah tahu belum nih kalau Indonesia punya lho seniman mural yang pasti bikin bangga. Karyanya bahkan sudah jadi langganan brand-brand besar dunia. Dari PSSU, mari beralih ke Darbotz, seniman jalanan yang namanya udah mendunia.

Dari tembok Jakarta hingga Australia

seniman mural
(Image: smallnhot)

Semua bermula dari perkenalan seniman mural ini dengan cat semprot saat SMA. Anak 90an pasti tahu nih sensasi corat-coret tembok dengan nama geng sebagai bentuk pengukuhan identitas. Itulah yang sering dilakukan Darbotz pada awalnya.

Meski karena kegemaran tersebut ia pernah ditangkap petugas, Darbotz gak pernah ambil pusing. Dia pun mengulanginya terus. Beberapa kali dia malah berhasil meyakinkan aparat kalau tujuannya menggambar adalah biar tembok menjadi lebih bagus.

Kalau kamu pernah jalan-jalan ke kawasan Sarinah, ada sebuah hotel artistik yang dindingnya penuh grafiti. Itulah salah satu karya Darbotz di Jakarta. Karyanya emang udah menghiasi berbagai sudut ibu kota, dari ruang publik hingga galeri seni.

Gak cuma di Indonesia, karya Darbotz juga udah mejeng di berbagai negara, mulai dari Malaysia, Filipina, Hongkong, Australia, sampai Perancis. Salah satu karyanya bahkan ada yang menjadi koleksi Mizuma Gallery yang ada di Singapura.

Kolaborasi dengan DC

seniman mural
(Image: neighborlist)

Tahun 2017 lalu, DC Shoes Indonesia mengajak Darbotz buat berkolaborasi dengan tajuk DC Shoes X Darbotz.

Buat kamu yang belum tahu, DC Shoes adalah merek sepatu asal California, Amerika serikat. Produk kolaborasi ini udah dijual secara worldwide, termasuk Indonesia.  

Koleksi kolaborasi SC Shoes X Darbotz dibanderol dari Rp 299 ribu sampai nyaris Rp 1 juta.

Terinspirasi dari hiruk pikuk Jakarta

seniman mural
(Image: sindonews)

Kemacetan dan hiruk pikuk Jakarta yang parahnya minta ampun malah memberikan banyak inspirasi bagi Darbotz. Kondisi urban inilah yang sering seniman mural ini tuangkan dalam grafiti bernilai seni tinggi.

Darbotz paling hobi mural pakai warna hitam dan putih. Menurutnya, Jakarta udah penuh sama warna, jadi warna dasar itulah yang ia tonjolkan.

Memilih jadi misterius dan cuma pamer karya

seniman mural
(Image: goodnewsfromindonesia)

Kalau iseng-iseng Googling nama Darbotz, dijamin kamu gak bakal menemukan satu wajah pun yang terpampang jelas. Darbotz bahkan bukanlah nama sebenarnya.

Pria berusia 36 tahun ini menolak menyebutkan identitasnya, termasuk wajahnya. Seniman mural yang satu ini gak pernah dipotret dengan wajah terlihat jelas atau bahkan menyisipkan tanda-tangan pada karyanya sebagai identitas.

Darbotz memilih misterius, biar karyanya aja yang lebih dikenal.

Meski karya-karyanya paling sering berbentuk monster berwarna hitam-putih, Darbotz sejatinya adalah sosok yang penuh semangat dan ceria. Buktinya, merek wiski terkemuka, Johnnie Walker, mengangkatnya dalam kampanye riang bertitel “Joy Will Take Your Further”.

Mural karya Darbotz pun muncul dalam ratusan botol Johnnie Walker.  Melalui karya tersebut, Darbotz pengin menyampaikan bahwa kebahagiaan dapat jadi sumber kemajuan. Aih, sedap!

Nah, buat anak muda yang lagi berusaha mewujudkan mimpinya, nih pesan Darbotz:

“Jangan pernah puas sama sesuatu. Cepat puas, cepat terkenal, atau apa. Do it for fun, do it for yourself, do it your own passion.”

Gimana menurutmu?

Ngomong-ngomong, punya kenalan seniman mural lain yang bisa diajukan buat kolaborasi sama PSSU, gak?