Mau Bisnismu Sesukses Sambal Bu Rudy? Ini 6 Jurus Rahasianya

Penggemar makanan pedas tentu familiar sama sambal legendaris asal Surabaya yang bernama Sambal Bu Rudy. Sambal Bu Rudy emang udah tersohor di seluruh di Indonesia, tapi percaya gak kalau founder-nya adalah seorang perempuan tamatan kelas 4 SD?

Adalah Lanny Siswadi, perempuan kelahiran Madiun yang wajahnya terpampang di kemasan sambal terfavorit di Kota Pahlawan. Patut diketahui, nama Rudy di sambal tersebut adalah nama suami tercinta Lanny, yaitu Rudi Siswadi.

Lanny lahir pada 1958 silam di kota yang sedang didera pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itulah yang membuatnya terpaksa merantau ke Surabaya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Terciptanya sambal legendaris yang “maknyus” itu ternyata berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Pak Rudy yang hobi memancing, seringkali pulang ke rumah dengan dengan membawa ikan dan sisa umpan, yaitu udang.

Suatu saat, Lanny memasak ikan hasil tangkapan suami dan mengulek sambal dengan sisa umpannya. Jadilah sambal bu Rudy yang enak banget itu.

Kebiasaan Lanny mengajak teman makan bersama pun berujung sebuah rezeki. Sebab, temannya kerap menyarankan Lanny membuka usaha kuliner pecel madiun dengan memanfaatkan mobil suaminya. Salah satu menu andalannya adalah nasi sambal udang.

sambal bu rudy
Dialah Lanny Siswadi, perempuan yang wajahnya terpampang di kemasan Sambal Bu Rudy (ayorek)

Lambat laun, sambalnya pun makin terkenal di kalangan masyarakat. Dan menurut laporan dari Kontan, dalam sebulan Lanny bisa mencetak omzet ratusan juta rupiah! Belum lagi Sambal Bu Rudy juga sering diliput media, padahal bu Lanny gak pernah belajar marketing.

Padahal kalau dipikir-pikir, sambalnya cuma ada tiga varian, yaitu sambal bawang, terasi atau bajak, dan peda atau hijau. Harganya pun mulai dari Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu.

Kok bisa ya bu Lanny jadi sesukses ini? Tentu saja bisa, karena dia menerapkan enam strategi bisnis ini. Yuk simak ulasan strateginya di sini.

1. Word of mouth marketing

Saya ndak pernah pasang iklan, promosi atau apapun, semua orang tahu dari mulut ke mulut,” ujar Lanny, seperti dikutip Okezone.

Kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah promosi mulut ke mulut. Promosi mulut ke mulut memang sangat efektif terutama dalam bisnis produk kuliner.

Ketika makanan itu rasanya enak, maka secara gak langsung informasi tentang kenikmatannya dengan mudah tersebar lewat cerita. Dan cerita itulah yang mempengaruhi orang untuk mencicipi makanan tersebut.

Promosi mulut ke mulut kerap dilakukan Lanny pada saat membuka usaha kuliner tahun 2000. Kenikmatan nasi sambal udang yang dibuatnya dengan mudah menyebar ke telinga banyak orang. Gak heran kan sambalnya jadi laris manis, hampir semua orang bilang enak.

2. Memperluas jaringan distribusi lewat reseller

sambal bu rudy
Beginilah aktivitas sehari-hari di Depot Bu Rudy (ayorek)

Guna memperluas jaringan penjualan Sambal Bu Rudy, Lanny memanfaatkan sistem reseller alias perantara. Kontan memberitakan, Sambal Bu Rudy sudah memiliki 300 reseller per Oktober 2015.

Reseller tersebut gak hanya ada di Surabaya doang lho. Melainkan tersebar di Jawa Timur, Yogyakarta, Jakarta, dan berbagai wilayah lain.  

Patut diketahui juga lho, dalam satu hari Sambal Bu Rudy diproduksi hingga 2 ribu botol! Kalau dihitung-hitung, per bulan berarti ada di kisaran 10 dus. Satu dusnya berisi enam botol.

Lanny pun pernah mengatakan setiap minggu dia mengirim 500 hingga 1.000 botol ke Jakarta. Dan dalam lima hari sambalnya sudah habis, gokil banget.

3. Jualan camilan

Bisnis yang digeluti Lanny gak hanya Sambal Bu Rudy, melainkan juga oleh-oleh. Bila kamu berkunjung ke Depot Bu Rudy di Surabaya, maka bakalan banyak makanan atau camilan yang kamu temukan.

Sebut saja seperti kering kentang, dendeng balado, ikan wader, teri oven, kering teri kacang, sampai almond crispy pun ada. Tapi tetap saja sih, penjualan terbesar ada di sambal.

4. Tetap konsisten jalani bisnis warung makan

sambal bu rudy
Pedesnya memang mantap jiwa deh (metrotvnews)

Meski sudah sukses dengan sambalnya, Lanny tetap menjalankan bisnis warung makannya. Seperti diketahui, Lanny enggan menyebutnya dengan nama restoran. Dia lebih suka tempat makannya disebut kedai, depot, atau warung makan.

Saking tenarnya, warung makan Lanny kerap dikunjungi pejabat-pejabat. Sebut saja mantan Kapolri Timur Pradopo yang rela menyantap nasi dengan kuah lodeh asalkan dicampur dengan Sambal Bu Rudy.

5. Gak neko-neko soal kemasan

Alih-alih mencoba kreatif dengan kemasan unik, bu Lanny justru memilih botol sambal yang sama untuk bertahun-tahun. Lanny gak mau repot-repot keluar biaya untuk desain botol yang aneh.

Dengan menggunakan botol yang sama, hal itu pun memudahkannya dalam melakukan perlindungan terhadap para pelanggan. Perempuan berdarah Tionghoa ini mengingatkan pelanggan, ketika membeli Sambal Bu Rudy selain di depot atau cabangnya, selalu ingatlah dengan kemasan dan logonya.

Mengapa demikian? Karena jika botolnya saja sudah beda, maka bisa dipastikan sambal tersebut palsu.

6. Mempertahankan kepuasan pelanggan

sambal bu rudy
Pelanggan memang yang utama, itu kunci kesuksesan Lanny Siswadi (ayorek)

Lanny sangatlah konsisten dalam urusan memberikan sambal yang segar kepada pelanggan. Patut kamu ketahui, Sambal Bu Rudy merupakan sambal tanpa pengawe. Ketika seal-nya dibuka maka sambal itu cuma bisa bertahan 10 hari dalam suhu normal.

Kualitas sambal pun selalu dipertahankan oleh Lanny. Lanny gak ingin ada keluhan seputar makanan atau produknya yang muncul di kalangan masyarakat. So, Dia meminta seluruh reseller untuk menjaga produk-produknya dengan baik hingga sampai ke tangan pelanggan.

Lanny pernah mengatakan di saat anak-anaknya mulai memikirkan pemasaran Sambal Bu Rudy di dunia maya, Lanny tetap fokus untuk urusan kepuasan pelanggan. Cerdas banget deh bu Lanny ini.

Itulah enam resep sukses Lanny Siswadi sang juragan Sambal Bu Rudy. Meski demikian, wajib kamu ingat gak ada kesuksesan bisnis yang bisa tercipta secara instan. Lanny pun butuh bertahun-tahun untuk mengembangkan usahanya.

Bila tahun depan kamu berniat jadi penggiat kuliner, kamu pun bisa belajar dari kisah bu Lanny. Intinya adalah, siapapun dia, apapun jenjang pendidikannya, pasti bisa sukses kalau selalu konsisten dan pede sama produkmu.

قالب وردپرس

error: Content is protected !!