Katanya Ibu Kota Indonesia Mau Pindah, Kamu Setuju Gak?

Kamu tinggal di Jakarta? Nah, belakangan ini pemerintah kembali sibuk mengkaji soal pemindahan ibu kota Indonesia.

Pemindahan ini kerap dibahas lantaran beban Jakarta dinilai sudah terlalu berat. Karena selain jadi pusat pemerintahan, Jakarta juga jadi pusat perekonomian. Oleh karenanya, menurut laporan dari sejumlah media, salah satu kota di Kalimantan bakal dipilih jadi ibu kota baru.

Gak cuma beban Jakarta yang makin berat, biaya hidup di Jakarta juga tinggi. Walaupun Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta adalah Rp 3,6 jutaan, tetap saja biaya hidupnya besar. Jadi, harus pinter-pinter deh dalam mengelola keuangan.

Buat kamu yang berniat merantau ke Jakarta dan mau tahu berapa tingginya biaya hidup di ibu kota Indonesia ini, yuk kita hitung-hitungan dulu!

1. Biaya tempat tinggal

ibu kota indonesia
Kosan murah fasilitas oke, dambaan seluruh perantauan (renovasi-rumah)

Buat yang tinggal di Jakarta, tentu sudah familiar dong sama harga kos-kosannya. Sejatinya kosan seharga Rp 600 ribu memang masih ada di Jakarta, tapi lokasinya benar-benar gak strategis, misalnya di Jakarta Timur yang cenderung jauh dari pusat perkantoran.

Untuk daerah Jakarta Selatan, kosan termurah dibanderol di harga Rp 800 ribuan. Itu saja tidak ada AC-nya, dan kamar mandi berada di luar kamar.

Bila kamu pergi ke Tangerang, kamu masih bisa menjumpai kosan dengan fasilitas serupa namun harganya cuma Rp 400 ribu. Lumayan beda jauh kan sama di Jakarta?

2. Biaya makan

ibu kota indonesia
Warteg di Jakarta, sudah pasti beda harganya sama di daerah (Zen Rooms)

Bisa masak gak? Kalau bisa, mending luangkan saja waktu buat masak sendiri, karena biaya makan di Jakarta lumayan besar meski kamu makan di warteg.

Sebut saja, makan di warteg Jakarta dengan sayur dan telur dadar umumnya bakal disuruh bayar Rp 9 ribu-11 ribuan. Coba bandingkan dengan di Bandung. Beberapa warteg termurah di Kota Kembang masih mematok harga Rp 6 ribu untuk menu nasi, sayur, dan telur dadar.

Itulah mengapa ada baiknya buatmu untuk belajar masak ketika memutuskan tinggal di Jakarta. Alasannya gak lain adalah untuk berhemat.

3. Biaya transportasi

ibu kota indonesia
Walau ada taksi online, tapi gak selamanya taksi online itu murah (Hipwee)

Meski Jakarta diuntungkan dengan adanya ojek dan taksi online, tapi patut diketahui bahwa tarif transportasi online juga gak kecil lho. Lantas gimana dengan transportasi umum seperti angkutan kota alias angkot di ibu kota Indonesia ini?

Transportasi umum seperti angkot memang banyak, tapi kekurangannya adalah kondisi kendaraannya gak layak, dan sering banget ngetem. Tarifnya bervariasi, tapi intinya untuk mikrolet mulai dari Rp 3 ribu, dan bus mulai dari Rp 3.500.

Memang, biaya transportasi untuk angkutan kota gak terlalu besar. Tapi berhubung Jakarta itu padat, terkadang kamu gak bisa mengandalkan transportasi ini dan terpaksa naik transportasi online.

Sebut saja untuk jarak 5 kilometer, kamu bakal keluar biaya Rp 8 ribu untuk ojek online. Jika kamu menggunakannya untuk pulang dan pergi, maka biaya transport-mu bisa saja Rp 16 ribu atau mungkin Rp 20 ribuan.

Bila dibandingkan dengan tarif angkot, sebut saja di Bogor, sejatinya sama saja. Tarif angkot di Kota Hujan itu Rp 3 ribuan. Tapi memang sih, karena kemacetan itulah kamu jadi terpaksa naik transportasi online.

Mungkin kalau tetap mau ngirit ya solusinya cuma berangkat lebih pagi aja, jam 06.00 atau sebelumnya. Atau mengkredit motor deh kalau memang ada rezeki.

4. Harga properti

ibu kota indonesia
Harga properti juga mahal, mau yang murah ujung-ujungnya dapet di pinggiran Jakarta (Okezone)

Lho bukannya di atas sudah ada bahasan soal tempat tinggal alias kos ya? Ngapain harus ada biaya properti?

Bila nantinya kamu menetap di Jakarta dan berkeinginan beli hunian, maka kamu harus tahu dulu harga properti terendahnya. Kamu juga bisa bandingkan harga propertinya di wilayah lain di luar Jakarta, tapi tentunya yang masih di wilayah Jabodetabek.

Menurut laporan dari Indonesia Property Watch yang diberitakan oleh Detik.com pada Maret 2017, tanah termurah di Jakarta ada di wilayah Jakarta Timur. Harganya kurang lebih 7,9 juta per meter persegi. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga tanah di kawasan Bodetabek.

Menurut situs Rumah123.com, di BSD masih ada tanah seharga Rp 6,7 juta per meter persegi. Sedangkan di Bogor dan Depok, yang termurah ada di kisaran Rp 4 jutaan. Adapun di Bekasi masih ada yang 2,8 jutaan per meter persegi.

Jakarta lagi-lagi jadi pemenang soal harga tanah termahal. Terbukti kan, tinggal di Jakarta itu mau apa-apa saja mahal.

Setelah melihat perbandingan biaya hidup di atas, kalau memang kenyataannya ibu kota Indonesia bakal dipindahin, apakah kamu bakal ikutan migrasi juga lantaran biaya hidup Jakarta tinggi? Atau tetap tinggal di kota tercinta yang gak jauh dari kata macet ini?

Soal mau ikutan pindah atau tetap tinggal, keputusannya ada di kamu sendiri. Tapi intinya, mau tinggal dimana pun juga kalau hidupmu boros ya sama aja bohong ya.

قالب وردپرس

error: Content is protected !!